, ,

Prabowo Bertindak Humanis di Tengah Tegangnya Politik Gerindra–Budi Arie

by -54 Views
cek disini

NEWS TEMPE Suhu politik nasional memanas setelah Partai Gerindra secara terbuka menolak wacana penunjukan Budi Arie Setiadi ke posisi strategis di pemerintahan. Di saat bersamaan, Presiden Prabowo Subianto menarik perhatian publik dengan langkah humanisnya menemui dua guru honorer yang dipecat usai menyuarakan kritik terhadap kebijakan daerah.

Budi Arie Ingin Cepat Masuk Gerindra dan Klaim Diajak Langsung Prabowo
Prabowo Bertindak Humanis di Tengah Tegangnya Politik Gerindra–Budi Arie

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa partainya tidak sejalan dengan usulan penempatan Budi Arie di posisi strategis karena alasan profesionalitas dan rekam jejak.

Baca Juga : Roy Suryo Cs Optimis Jalani Pemeriksaan sebagai Tersangka

“Gerindra menghormati hak prerogatif Presiden, tetapi kami juga memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pandangan terkait sosok yang akan membantu pemerintahan. Integritas dan kinerja harus menjadi prioritas,” ujar Muzani di Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Gerindra Tegaskan Komitmen Profesionalisme Kabinet

Menurut Muzani, partainya mendukung penuh upaya Presiden Prabowo membangun kabinet yang solid dan bersih dari kepentingan pribadi. Ia menyebut, partai tidak ingin jabatan strategis diisi figur yang dianggap lebih berorientasi pada politik daripada kinerja.

“Kami tidak ingin kabinet diisi orang-orang yang fokus pada kekuasaan. Pemerintahan ke depan harus benar-benar bekerja untuk rakyat,” tegasnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Gerindra mulai mempertegas sikap dalam dinamika pembentukan dan perombakan kabinet yang belakangan mencuat.

Prabowo Temui Dua Guru yang Dipecat

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sisi empatinya dengan menerima kunjungan dua guru honorer asal Jawa Tengah yang dipecat setelah menyuarakan aspirasi pendidikan. Dalam pertemuan di Istana Merdeka, Prabowo mendengarkan langsung keluhan mereka dan berjanji akan meninjau kembali kasus tersebut.

“Guru adalah pilar bangsa. Saya ingin memastikan setiap pendidik mendapatkan perlindungan dan penghargaan yang layak,” ujar Prabowo dalam pernyataan resminya.

Kedua guru tersebut diketahui dipecat karena menyuarakan kritik terkait pengelolaan dana pendidikan di daerah mereka melalui media sosial. Prabowo menilai tindakan tersebut harusnya disikapi secara bijak, bukan dengan pemecatan sepihak.

Respons Publik dan Pengamat Politik

Langkah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pengamat politik yang menilai tindakan itu mencerminkan gaya kepemimpinan yang tegas namun empatik.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arya Maulana, menilai sikap Prabowo bisa menjadi contoh keseimbangan antara ketegasan politik dan kepedulian sosial.

“Satu sisi beliau menunjukkan sikap tegas dalam kabinet, di sisi lain memperlihatkan empati terhadap rakyat kecil. Ini langkah simbolik yang kuat,” katanya.

Kombinasi antara dinamika politik Gerindra dan langkah humanis dinilai mempertegas arah kepemimpinan pemerintahan yang baru—tegas, rasional, dan berpihak pada rakyat.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.