NEWS TEMPE — Agenda politik nasional diwarnai kunjungan kenegaraan Raja Yordania Abdullah II ke Indonesia, yang disambut Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Pertemuan dua pemimpin tersebut menandai penguatan hubungan bilateral, khususnya dalam isu kemanusiaan dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Kunjungan Raja Abdullah II menjadi momentum diplomasi penting bagi Indonesia, mengingat komitmen kedua negara terhadap upaya perdamaian global, termasuk penyelesaian konflik berkepanjangan di Gaza.
Baca Juga : Menlu Sugiono: Indonesia Intensif Koordinasi Pengiriman Pasukan ke Gaza dengan Yordania
“Indonesia dan Yordania memiliki pandangan yang sama mengenai perlunya perlindungan bagi rakyat Palestina. Kita mendukung penuh usaha menuju gencatan senjata dan solusi damai yang berkelanjutan,” ujar Presiden Prabowo dalam pernyataannya.
Komitmen untuk Palestina
Dalam pertemuan tersebut, isu kemanusiaan di Gaza menjadi pembahasan utama. Raja Abdullah II menekankan pentingnya peran Indonesia yang dianggap sebagai negara strategis di dunia Muslim.
“Indonesia selalu berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. Kami mengapresiasi komitmen itu dan siap memperkuat kerja sama di berbagai bidang,” kata Raja Abdullah II.
Kedua negara sepakat memperdalam koordinasi di bidang pertahanan dan intelijen sebagai bagian dari upaya memantau situasi Gaza serta mendukung bantuan kemanusiaan yang lebih terstruktur.
Indonesia Siapkan Misi Perdamaian ke Gaza
Selain diplomasi tingkat kepala negara, pemerintah Indonesia juga mempercepat persiapan pengiriman pasukan untuk misi perdamaian di Gaza. Kementerian Pertahanan menyebut ribuan personel telah menjalani pelatihan khusus dengan fokus pada penanganan medis, evakuasi, dan rekonstruksi infrastruktur dasar.
Menteri Pertahanan menegaskan bahwa kontribusi Indonesia akan difokuskan pada tugas-tugas non-tempur sebagai dukungan terhadap stabilisasi wilayah.
“Pasukan kita disiapkan untuk misi kesehatan, pembangunan fasilitas darurat, dan pelayanan kemanusiaan. Indonesia menunggu mandat resmi dari PBB sebelum pengerahan dilakukan,” jelasnya.
Kesediaan Indonesia berpartisipasi dalam operasi perdamaian ini dipandang sebagai langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor kunci dalam isu Timur Tengah.
Penguatan Kerja Sama Bilateral
Selain membahas Gaza, kedua pemimpin juga membicarakan peluang peningkatan kerja sama ekonomi, pertahanan, dan pendidikan. Indonesia dan Yordania sepakat membentuk mekanisme kerja bersama untuk mempercepat pertukaran informasi serta memperkuat koordinasi di berbagai sektor strategis.
Momentum Positif bagi Diplomasi RI
Kunjungan Raja Abdullah II dan persiapan misi perdamaian menjadi rangkaian penting yang menunjukkan arah kebijakan luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Fokus pada isu kemanusiaan, stabilitas global, dan kerja sama strategis menjadi penegasan peran Indonesia di panggung internasional.









