NEWS TEMPE – Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) menyambut baik kebijakan pemerintah terkait penurunan harga pupuk subsidi untuk petani di seluruh Indonesia. Menurut Peragi, langkah tersebut menjadi momentum penting dalam meningkatkan efisiensi biaya produksi pertanian dan daya saing produk pangan nasional.

Ketua Umum Peragi, Prof. Dr. Ir. Dwi Andreas Santosa, mengatakan bahwa harga pupuk merupakan salah satu komponen terbesar dalam biaya produksi petani. Dengan adanya penurunan harga, petani dapat menekan pengeluaran sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pangan di pasar.
Baca Juga : Peragi: Kebijakan subsidi pupuk dongkrak daya saing produk pangan
“Kebijakan ini bukan hanya meringankan beban petani, tetapi juga meningkatkan margin keuntungan mereka. Dalam jangka panjang, ini akan memperkuat daya saing produk pangan Indonesia di pasar global,” ujar Dwi Andreas dalam keterangan persnya, Kamis (24/10/2025).
Dorong Peningkatan Produktivitas
Lebih lanjut, Peragi menilai kebijakan ini akan mendorong peningkatan produktivitas tanaman pangan strategis seperti padi, jagung, dan kedelai. Dengan biaya pupuk yang lebih terjangkau, petani dapat mengoptimalkan dosis pemupukan sesuai rekomendasi agronomi tanpa khawatir biaya membengkak.
“Selama ini, banyak petani mengurangi dosis pupuk karena harga yang tinggi. Akibatnya produktivitas menurun. Penurunan harga akan mengembalikan semangat budidaya dan kualitas hasil panen,” jelasnya.
Selain itu, Peragi juga menekankan pentingnya pengawasan distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran. Pemerintah daerah dan aparat pertanian di lapangan diharapkan berperan aktif dalam memastikan pupuk benar-benar diterima oleh petani yang berhak.
Dukung Kemandirian dan Ketahanan Pangan
Penurunan harga pupuk subsidi, kata Dwi Andreas, sejalan dengan agenda nasional dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan. Dengan daya saing yang meningkat, Indonesia berpeluang memperluas ekspor komoditas pangan seperti beras, jagung, dan sayuran tropis.
“Kalau produktivitas naik dan biaya produksi turun, maka Indonesia bisa bersaing di pasar ASEAN bahkan global. Ini akan memperkuat posisi kita sebagai negara agraris,” tambahnya.
Sinergi Pemerintah dan Akademisi
Peragi juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan kelompok tani dalam mengawal implementasi kebijakan pupuk subsidi ini. Dukungan riset, pelatihan, dan pendampingan dinilai penting agar petani mampu memanfaatkan pupuk secara efisien dan ramah lingkungan.
Dengan langkah terarah tersebut, diharapkan sektor pertanian Indonesia mampu tumbuh lebih produktif, kompetitif, dan berkelanjutan di tengah tantangan global dan perubahan iklim.









