NEWS TEMPE – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan bahwa prajurit yang bertugas di satuan Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial tidak hanya berfokus pada kegiatan pembinaan wilayah, tetapi juga tetap mendapatkan pelatihan intensif di bidang kemampuan tempur. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara.

Kesiapan Ganda: Teritorial dan Tempur
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Ariyanto, menjelaskan bahwa setiap prajurit Yonif Teritorial dituntut memiliki kemampuan ganda — yaitu menguasai pembinaan teritorial (binter) dan kemampuan bertempur dasar.
Baca Juga : 1.326 Guru Sekolah Rakyat Tetap Bertahan di Tengah Gelombang Pengunduran Diri
“Meski berada di wilayah teritorial dan sering terlibat dalam kegiatan sosial serta pembangunan masyarakat, para prajurit tetap menjalani latihan tempur secara berkala. Mereka harus siap jika negara memerlukan,” ujar Brigjen Ariyanto, Minggu (12/10/2025).
Menurutnya, konsep ini sejalan dengan doktrin “TNI Manunggal dengan Rakyat”, yang menekankan keseimbangan antara tugas pembinaan wilayah dan kesiapan menghadapi ancaman militer.
Latihan Rutin di Daerah
Brigjen Ariyanto menambahkan, setiap satuan teritorial memiliki jadwal latihan menembak, taktik lapangan, dan simulasi operasi pertahanan wilayah. Latihan tersebut disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing daerah.
Selain itu, TNI juga melibatkan Yonif Teritorial dalam program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa), yang tidak hanya melatih disiplin dan ketahanan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan dengan masyarakat.
“Kegiatan seperti TMMD sekaligus menjadi sarana latihan bagi prajurit untuk mengasah kepemimpinan, koordinasi lapangan, serta kemampuan bertahan di medan sulit,” tambahnya.
Komitmen Menjaga Kedaulatan
Langkah TNI mempertahankan latihan tempur bagi satuan teritorial menjadi bagian dari strategi mempertahankan postur pertahanan semesta, di mana setiap prajurit memiliki kesiapan mental dan fisik dalam situasi apapun.
“Tidak ada prajurit TNI yang hanya berperan administratif. Semua tetap prajurit tempur yang siap ditugaskan kapan saja,” tegas Brigjen Ariyanto.
Dengan konsep pembinaan yang menyeluruh tersebut, TNI memastikan bahwa prajurit Yonif Teritorial tidak hanya berperan dalam pembangunan daerah, tetapi juga tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).









