NEWS TEMPE — Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Konferensi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) se-Asia Pasifik tahun 2026, sebuah agenda internasional yang mempertemukan para pemimpin pemasyarakatan dari berbagai negara untuk membahas reformasi, keamanan, dan inovasi dalam sistem pemasyarakatan modern.

Penunjukan ini disampaikan dalam pertemuan regional pemasyarakatan yang digelar tahun ini dan langsung disambut positif pemerintah Indonesia.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memastikan bahwa konferensi tersebut akan dipusatkan di Jakarta dan melibatkan lebih dari 30 negara peserta.
Baca Juga : Arsul Sani Klarifikasi Tudingan Ijazah Palsu, Pamerkan Ijazah Doktor
Pengakuan Internasional atas Reformasi Pemasyarakatan Indonesia
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham menyebut penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah merupakan bukti pengakuan internasional terhadap berbagai pembaruan yang telah dilakukan dalam sistem pemasyarakatan Indonesia.
“Penunjukan ini adalah bentuk kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia. Reformasi pemasyarakatan yang selama ini kita jalankan mendapat perhatian positif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Indonesia akan menampilkan berbagai inovasi layanan pemasyarakatan, termasuk digitalisasi pelayanan warga binaan, pembinaan berbasis produktivitas, serta penguatan keamanan berbasis teknologi.
Fokus Bahasan: Keamanan, Overcrowding, dan Humanisasi
Konferensi Lapas Asia Pasifik 2026 akan membahas sejumlah isu strategis, seperti penanganan overcrowding, peningkatan kapasitas petugas pemasyarakatan, penggunaan teknologi keamanan, pemenuhan hak dasar warga binaan, restoratif justice, serta model pembinaan yang lebih humanis dan berkelanjutan.
Menurut Kemenkumham, forum ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kerja sama antarnegara sekaligus mencari solusi bersama terkait tantangan pemasyarakatan global.
“Isu pemasyarakatan semakin kompleks. Kita butuh kolaborasi dan pertukaran pengalaman. Konferensi ini menjadi ruang strategis untuk mencari pendekatan terbaik,” kata salah satu pejabat eselon Kemenkumham.
Persiapan Infrastruktur dan Keterlibatan Lapas Seluruh Indonesia
Kemenkumham menegaskan bahwa Indonesia telah menyiapkan serangkaian agenda prakonferensi, termasuk kunjungan lapangan ke beberapa lembaga pemasyarakatan yang dianggap berhasil menerapkan inovasi, seperti Lapas produktif, Lapas industri, serta UPT yang telah menerapkan sistem keamanan digital.
Pemerintah juga akan mengajak pemerintah daerah untuk terlibat dalam rangkaian acara, termasuk pameran produk warga binaan dan forum investasi pembinaan keterampilan.
Manfaat Besar bagi Indonesia
Selain memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional, konferensi ini diharapkan memberi dampak langsung pada perbaikan layanan pemasyarakatan dalam negeri.
“Ini momentum penting bagi kita untuk mempercepat transformasi pemasyarakatan. Kita ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan Indonesia bergerak ke arah yang lebih modern, profesional, dan manusiawi,” tegas Dirjen Pemasyarakatan.
Dengan sejumlah persiapan yang terus dimatangkan, Indonesia menargetkan Konferensi Lapas Asia Pasifik 2026 menjadi salah satu penyelenggaraan terbaik dan menjadi standar baru dalam diplomasi pemasyarakatan dunia.









