, ,

Gus Yahya Tegaskan Komitmen Islah untuk Jaga Persatuan NU

by -36 Views
cek disini

NEWS TEMPE – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya islah atau perdamaian di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Upaya ini dilakukan di tengah dinamika internal yang mengemuka menjelang sejumlah agenda penting organisasi.

Gus Yahya Tegas Tidak Akan Mundur dari Ketum PBNU - Aktual.com
Gus Yahya Tegaskan Komitmen Islah untuk Jaga Persatuan NU

Komitmen Jaga Marwah NU

Dalam beberapa kesempatan, Gus Yahya menegaskan bahwa NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia harus tetap menjaga marwahnya sebagai wadah persatuan umat. Ia menekankan bahwa perbedaan pendapat maupun dinamika politik internal tidak boleh menggerus nilai persaudaraan (ukhuwah) yang menjadi fondasi utama NU sejak berdiri.

Baca Juga : DPR Minta Komdigi Segera Pulihkan Sinyal di Daerah Bencana

NU ini rumah besar. Setiap perbedaan harus diselesaikan dengan kepala dingin, dengan dialog, dan dengan semangat menjaga persatuan. Islah adalah jalan yang selalu kami tempuh,” ujar Gus Yahya dalam pernyataannya.

Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks. Karena itu, NU harus menghadirkan keteladanan dalam menghadapi perbedaan, termasuk dalam konteks pengambilan keputusan dan dinamika kepengurusan.

Respons atas Ketegangan Internal

Belakangan, sejumlah isu dan perbedaan pandangan muncul di ruang publik terkait kebijakan, pernyataan, ataupun arah gerak organisasi. Meski demikian, Gus Yahya menegaskan bahwa seluruh dinamika itu adalah hal wajar dalam organisasi besar.

Ia menyampaikan bahwa PBNU telah melakukan langkah-langkah komunikasi untuk merangkul semua pihak, termasuk para kiai sepuh, pengurus wilayah, serta tokoh-tokoh strategis di daerah.

“Yang paling penting adalah memastikan setiap persoalan dibicarakan dengan jernih, sesuai mekanisme organisasi,” jelasnya.

Upaya islah yang dilakukan meliputi pertemuan tertutup, konsolidasi agenda, hingga dialog antar-kiai untuk memastikan semua pihak mendapat ruang dalam mengambil keputusan.

Mengutamakan Musyawarah sebagai Jalan Tengah

Gus Yahya juga mengingatkan bahwa musyawarah merupakan tradisi besar NU yang harus terus dipupuk. Ia menilai, tradisi inilah yang selama bertahun-tahun menjaga NU dari perpecahan dan menjaga wibawa para ulama.

NU dibangun dari musyawarah dan dirawat oleh adab. Kita harus kembali ke tradisi itu ketika menghadapi perbedaan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa segala persoalan internal harus diselesaikan dalam kerangka organisasi, bukan melalui media sosial atau pernyataan terbuka yang berpotensi memperkeruh suasana.

Mengawal Konsolidasi ke Depan

Menjelang agenda-agenda besar keorganisasian, termasuk konsolidasi struktural di berbagai tingkat, Gus Yahya menegaskan bahwa PBNU berkomitmen menjaga stabilitas dan keharmonisan internal. Ia mengajak seluruh kader—baik di pusat, wilayah, maupun cabang—untuk berfokus pada kerja-kerja pelayanan umat.

“NU harus menjadi rahmat bagi masyarakat. Karena itu, energi kita jangan habis untuk urusan internal,” katanya.

Ia berharap upaya islah yang terus dilakukan bisa memperkuat NU sebagai organisasi moderat dan menjadi teladan dalam kehidupan sosial dan keagamaan di Indonesia.

Ajak Warga NU Tetap Tenang

Menutup pernyataannya, Gus Yahya mengajak seluruh warga nahdliyin untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing, dan terus mendukung upaya perdamaian di dalam organisasi.

“Doakan agar para pengurus diberikan hikmah dan kelapangan hati. Semoga segala ikhtiar islah membawa kebaikan bagi NU dan bangsa,” ujarnya.

Dengan komitmen kuat yang ditunjukkan, upaya Gus Yahya menjaga keharmonisan internal NU diharapkan mampu memperkuat persatuan organisasi dan memastikan NU terus menjadi penopang nilai moderasi dan persaudaraan di Indonesia.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.