NEWS TEMPE — Kasus dugaan pencabulan terhadap sejumlah santri oleh seorang guru ngaji kembali mencuat ke publik setelah komika Eky mengungkap adanya dugaan keterlibatan istri pelaku dalam aksi bejat tersebut.

Melalui video yang viral di media sosial pada Kamis (31/10/2025), Eky menyuarakan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan kasus serta dugaan adanya pihak yang berusaha menutupi keterlibatan orang terdekat pelaku.
Baca Juga : Pria di Makassar Galang Donasi Fiktif Modus Korban Kebakaran
“Bukan cuma pelaku utamanya yang harus diperiksa, tapi juga orang-orang yang tahu dan membiarkan. Termasuk istrinya yang diduga ikut menutupi,” ujar Eky dalam pernyataan yang beredar luas di platform X (Twitter).
Kasus Masih Dalam Penyelidikan Polisi
Pihak kepolisian telah membenarkan bahwa penyidikan terhadap guru ngaji berinisial HM (45) masih berlangsung. Namun, dugaan keterlibatan istri pelaku masih perlu pendalaman.
“Kami sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk dari keluarga dan lingkungan pesantren. Semua keterangan akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” kata Kombes Pol Rudi Santoso, perwakilan Humas Polda setempat, Jumat (1/11/2025).
Polisi menegaskan akan memproses siapa pun yang terbukti mengetahui atau menutupi kejahatan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku.
Eky Dorong Perlindungan untuk Korban
Dalam unggahannya, komika Eky juga menyoroti pentingnya perlindungan psikologis dan hukum bagi para korban. Ia meminta lembaga perlindungan anak serta Kementerian PPA untuk turun tangan memastikan para korban tidak mendapat tekanan dari pihak mana pun.
“Anak-anak itu butuh perlindungan, bukan stigma. Jangan sampai korban justru disalahkan,” tegasnya.
Lembaga Perlindungan Anak Turun Tangan
Sementara itu, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menyatakan siap memberikan pendampingan kepada korban dan keluarganya. Ketua LPAI, Seto Mulyadi, menegaskan bahwa kasus seperti ini harus menjadi perhatian serius semua pihak.
“Kami mengapresiasi keberanian publik yang bersuara. Tapi yang paling utama adalah menjaga pemulihan psikologis anak-anak yang menjadi korban,” ujarnya.
Publik Desak Transparansi Penegakan Hukum
Kasus ini menimbulkan gelombang reaksi di media sosial. Tagar #UsutTuntasKasusSantri sempat menjadi trending, dengan ribuan warganet mendesak kepolisian agar menindak tegas siapa pun yang terlibat, tanpa pandang bulu.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami keterangan para saksi dan memastikan proses hukum berjalan transparan serta berkeadilan.









