NEWS TEMPE — Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menegaskan pentingnya peran media massa dalam mengawal integritas penyelenggara pemilu. Dalam sebuah forum diskusi publik yang digelar di Jakarta, ia menyebut bahwa kritik dari media bukanlah ancaman, melainkan “vitamin yang menyehatkan” bagi lembaga penyelenggara pemilu agar tetap bekerja profesional dan transparan.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap jurnalis yang selama ini aktif memberikan kontrol sosial terkait jalannya proses pemilu. Menurutnya, media adalah mitra strategis lembaga negara, termasuk DKPP, karena kritik, sorotan publik, dan pemberitaan investigatif seringkali menjadi jalan bagi lembaga untuk memperbaiki diri.
Media sebagai Pilar Demokrasi
Ketua DKPP menegaskan bahwa keberadaan media massa merupakan salah satu pilar demokrasi yang berfungsi menjaga keseimbangan kekuasaan. Dengan adanya ruang kritik dan pemberitaan, publik dapat mengetahui secara terbuka setiap proses serta keputusan yang diambil penyelenggara pemilu.
“Media membuat kami terus waspada dan tidak lalai. Kritik itu ibarat vitamin, sesuatu yang menyehatkan, agar kami tetap berada di jalur yang benar,” ujar Ketua DKPP.
Ia menambahkan bahwa tanpa media, kemungkinan terjadinya penyimpangan atau pelanggaran etik dalam penyelenggaraan pemilu bisa lebih besar karena tidak ada pihak yang mengawasi secara intensif.
Baca Juga : DKPP tangani 31 perkara politik uang selama Pemilu dan Pilkada 2024
Dorongan untuk Tetap Independen
Dalam kesempatan itu, DKPP juga mengajak seluruh insan pers untuk tetap menjaga prinsip independensi, profesionalisme, dan objektivitas dalam pemberitaan. Media diharapkan mampu menyampaikan informasi secara berimbang serta memverifikasi data sebelum dipublikasikan.
“Kami butuh kritik, tetapi tentu kritik yang konstruktif, yang berdasarkan fakta, bukan yang menyesatkan. Pers yang sehat adalah syarat demokrasi yang sehat,” tegasnya.
DKPP juga membuka ruang komunikasi dengan media untuk memastikan informasi terkait pemeriksaan, putusan etik, dan proses persidangan dapat diakses secara mudah dan transparan oleh publik.
Sinergi DKPP dan Media Massa
Dalam diskusi tersebut, beberapa perwakilan media turut menyampaikan pandangan mereka terkait hubungan pers dan lembaga penyelenggara pemilu. Banyak yang menilai DKPP adalah lembaga yang cukup responsif terhadap kritik publik dan terbuka terhadap permintaan klarifikasi.
Ketua DKPP menyatakan bahwa sinergi dengan media akan diperkuat melalui kerja sama pemberitaan, penyediaan data terbuka, serta penyelenggaraan diskusi publik secara berkala. DKPP menilai sinergi ini penting untuk membangun pemilu yang kredibel dan dipercaya masyarakat.
Komitmen Transparansi Penyelenggara Pemilu
Menutup acara, Ketua menegaskan komitmen lembaganya untuk terus meningkatkan integritas penyelenggara pemilu melalui mekanisme penegakan kode etik yang transparan dan akuntabel. Ia berharap media terus hadir sebagai mitra yang kritis namun konstruktif dalam mengawal demokrasi Indonesia.
“Kami tidak anti kritik. Justru kami melihat kritik sebagai energi untuk memperbaiki diri. Dengan dukungan pers yang sehat, penyelenggaraan pemilu akan semakin kuat dan dipercaya,” pungkasnya.
Dengan semangat keterbukaan dan kolaborasi, DKPP berharap hubungan baik dengan media dapat memperkuat pondasi demokrasi serta memastikan setiap penyelenggara pemilu menjalankan tugasnya sesuai etika dan kehormatan jabatan.









