NEWS TEMPE — Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI resmi merilis rincian Dana Transfer Umum (DTU) tahun anggaran 2026. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), terdapat tiga daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yang menerima alokasi dana di atas Rp 1 triliun, yakni Kota Makassar, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Gowa.

Alokasi DTU tersebut terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU), yang akan digunakan untuk mendukung pelayanan publik dan memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah.
Baca Juga : Detik-detik Mama Muda Tewas Digorok, Pelaku Manfaatkan Waktu 30 Menit Saat Anak Diantar ke Sekolah
“Dana Transfer Umum 2026 diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar masyarakat, menjaga stabilitas fiskal daerah, serta mendorong pemerataan pembangunan,” tulis DJPK Kemenkeu dalam laporan resminya.
1. Kota Makassar – Rp 1,52 Triliun
Sebagai ibu kota provinsi, Kota Makassar menempati posisi teratas penerima dana transfer umum di Sulawesi Selatan. Besarnya dana ini sejalan dengan status Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.
Pemkot Makassar berencana memfokuskan DTU 2026 untuk pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan kesehatan, serta program pendidikan gratis dan beasiswa anak sekolah.
“Kami akan pastikan penggunaan dana ini tepat sasaran dan transparan untuk kesejahteraan warga Makassar,” ujar Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, Rabu (5/11/2025).
2. Kabupaten Bone – Rp 1,18 Triliun
Kabupaten Bone menjadi daerah kedua dengan penerimaan DTU terbesar di Sulsel. Dana ini akan menopang program prioritas seperti perbaikan jalan kabupaten, pembangunan irigasi pertanian, dan dukungan sektor peternakan serta perikanan.
Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, menyambut baik peningkatan alokasi dana tersebut.
“Kami akan arahkan dana ini untuk memperkuat ekonomi rakyat, terutama sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung Bone,” ujarnya.
3. Kabupaten Gowa – Rp 1,07 Triliun
Kabupaten Gowa menempati urutan ketiga. Pemerintah daerah akan memanfaatkan DTU untuk memperluas akses pelayanan publik, membangun infrastruktur pedesaan, serta memperkuat digitalisasi layanan pemerintahan.
“Dana transfer ini adalah amanah besar. Kami akan gunakan sebaik mungkin untuk mempercepat pembangunan dan mendukung ketahanan ekonomi masyarakat Gowa,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.
Fokus Pemerintah: Pemerataan dan Kemandirian Daerah
Kemenkeu menegaskan, total DTU nasional untuk tahun 2026 mencapai Rp 444,4 triliun, naik dari tahun sebelumnya. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketimpangan fiskal antarwilayah dan memperkuat kemandirian daerah.
Selain Makassar, Bone, dan Gowa, sejumlah daerah lain di Sulsel seperti Luwu, Bulukumba, dan Sidrap juga menerima alokasi dana di kisaran Rp 800–900 miliar.
“Pemerintah berharap DTU 2026 dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mempercepat pelayanan publik di seluruh wilayah,” tulis DJPK.









